jump to navigation

Mewaspadai Sindroma 1 Syawal September 19, 2009

Posted by adimasmw in Misc.
Tags: , , , , , , , , , , ,
trackback

Mewaspadai Sindroma 1 Syawal.

Tinggal beberapa hari lagi umat Islam akan meninggalkan bulan penuh rahmat ini, bulan Ramadhan penuh berkah. Sebagian kecil orang ada yang bersedih dengan berlalunya bulan ini, tapi sebagian besar merasan bersuka cita dengan akan datangnya idul fitri, hari Kemenangan.

Berbicara tentang hari raya idul Fitri, untuk sebagian orang Indonesia tidak bisa dilepaskan dari yang namanya makan-makan, ya makan besar. Karena pada sebagian besar rumah di negara ini akan menyediakan berbagai macam panganan,mulai dari yang berat sampai yang ringan, mulai dari rendang, sampai kue-kue kecil dan keripik, tapi yang harus dan selalu ada adalah ketupat yang memang merupakan makanan khas saat idul fitri, belum lagi berbagai jenis minuman mulai dari sirup sampai minuman bersoda (tapi InsyaAllah minuman beralkohol mah ga ada kayanya mah). yaaah pokoknya segala jenis makanan dan minuman akan tersaji di meja-meja di setiap rumah. Sebenarnya wajar saja sih hal seperti itu, karena mungkin pada hari itu akan banyak berkumpul sanak saudara yang memang jarang bertemu, jadi memang membutuhkan banyak makanan untuk memenuhi kebutuhan perut tiap orang pada saat itu, belum ditambah banyak tetangga yang bersilaturahmi ke rumah, kan g lucu kalau ga di sediain  apa-apa J.

Dengan adanya fenomena yang sepeti itu, kita sebagai hamba yang baru saja menyelesaikan salah satu kewajiban pada bulan ramadhan yaitu shaum ramadhan seharusnya berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak tersaji pada hari raya idul fitri itu. Sistem perncernaan kita (lambung dan usus) yang sudah dibiasakan dengan pola sehat selama ramadhan, yang sudah terbiasa dengan pola santai dalam mencerna makanan (karena sedikitnya maknan yang masuk selama shaum) tiba-tiba dikejutkan oleh serangan makanan dan minuman yang berlimpah pada 1 hari yang mengakibatkan terganggunya “siklus kinerja pencernaan yang sehat” yang akhirnya menyebabkan, saya lebih senang menyebutnya dengan “SINDROMA 1 (SATU) SYAWAL”.

Sebelum kita menelaah lebih jauh lagi tentang sindroma 1 syawal, mari kita liat pengertian dari sindroma itu sendiri. Menurut Wikipedia:

Sindrom, dalam ilmu kedokteran dan psikologi, adalah kumpulan dari beberapa ciri-ciri klinis, tanda-tanda, simtoma, fenomena, atau karakter yang sering muncul bersamaan. Kumpulan ini dapat meyakinkan dokter dalam menegakkan diagnosa. Istilah sindrom dapat digunakan hanya untuk menggambarkan berbagai karakter dan gejala, bukan diagnosa. Namun terkadang, beberapa sindrom dijadikan nama penyakit, sepertiSindrom Down.

Kata sindrom berasal dari bahasa Yunani yang berarti “berlari bersama”, seperti yang terjadi pada kumpulan tanda tersebut. Istilah ini sering digunakan untuk merujuk kumpulan tanda klinik yang masih belum diketahui penyebab. Banyak sindrom yang dinamakan sesuai dengan dokter yang dianggap menemukan tanda-tanda itu pertama kali. Selain itu dapat juga diambil dari nama lokasi, sejarah, dan lainnya.

Kenapa di sebut dengan sindrom, ya karena seperti pengertian diatas, keluhan yang dialami pasien yang terkena sindrom satu syawal ini bermacam-macam, berbagai bentuk keluhan, mulai dari perut kembung, perih, sering buang air besar atau mencret, dalam beberapa kasus ada yang pasien yang sampai mengalami stroke bahkan kematian. Terus kenapa juga saya menyebutnya sindroma 1 syawal ngga, sindroma idul fiti atau sindroma xxxx gt. Ya sebenernya sih ini sebagai pengingat saja bahwa penyakit sindroma ini datangnya ketika kita terlalu berlebihaan ,atau dalam istilah agamanya “ishraf” dalam mengkonsumsi makanan yang melimpah ruah pada saat tanggal 1 syawal itu yang NB merupakan hari raya idul fitri.

Kenapa sindroma ini bisa terjadi?

Mari kita analisa lebih lanjut (cieee bahasanya, analis pisaaaan…). Seperti telah disebutkan diatas, biasanya ketika idul fitri tiba banyak makanan yang di sajikan di meja makan kita. Nah biasanya pada saat itu bagi beberapa orang yang menganggap ramadhan merupakan saat keterkekangannya perut menganggap 1 syawal ini adalah saatnya balas dendam (atau mungkin juga lapar),dilahaplah semua makanan yang ada di meja makan itu. Karena balas dendam itu akhirnya terjadilah gangguan pada system percernaan yang bisa merembet ke berbagai system lainnya dalam tubuh yang disebabkan karena :

  1. System pencernaan kita terutama lambung dan usus yang sudah dibiasakan bekerja secara santai pada saat ramadhan (tentunya bagi yang shaum), tiba-tiba pada saat idul fitri (1 syawal) di berondong oleh berbagai jenis makanan, diibaratkan seperti mesin motor yang biasanya dipakai di sehari-hari di jalan raya itupun hanya sebentar, lalu tiba-tiba di bawa ke pegunungan yang berbatu dan bergelombang ditambha belum dilakukan pemanasan kendaraan, kemungkinan besar motor itu akan rusak, begitu pula degan system pencernaan kita. Sehingga timbulah berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan sampai yang berat.
  2. Ada beberapa orang yang memang sebelumnya mempunyai penyakit darah tinggi , kolesterol atau juga diabetes, yang memang merupakan penyakit yang ditimbulkan salah satunya karena pola makan yang salah. Ketika idul fitri orang ini lupa bahwa dia sebelumnya menderita penyakit itu, lalu dilahaplah opor ayam yang banyak mengandung kolesterol dan tinggi garam, rendang yang tidak kalah banyak kolesterol dan garamnya, ditambah dengan emping yang kadar kolesterol dan purinnya tidak bisa disepelakan, semua makanan yang bagi orang sehat adalah makanan yang hala dan thayib, tapi bagi para penderita penyakit itu makanan itu memang halal tapi tidak thayib (baik) bagi tubuh mereka, maka kambuhlah penyakit-penyakit yang dideritanya itu.

Tips Menghindari Sindroma 1 Syawal

  1. Membaca Bismallah dan doa makan sebelum berdoa, karena itu adalah kunci agar makanan dan minuman yang kita konsumsi menjadi berkah.
  2. Karena sindroma ini salah satunya diakibatkan oleh berlebiha-lebihan kita dalam mengkonsumsi makanan dan minuman, salah satu cara paling ampuh adalah menghindari terlalu banyak makanan dan minuman yang bisa bikin tas pinggang di perut kita “D”.
  3. Hindari atau kurangi mengkonsumsi makanan atau minuman yang menjadi pencetus kambuhanya atau yang memperparah penyakit yang kita derita, contohnya : bila ada yang punya riwayat darah tinggi, maka hindari atau kurangi mengkonsumsi makanan dengan kadar garam tinggi. Bagi yang mempunyai kolesterol, makanan berlemak, yang digoreng, bersantan, baiknya dikurangi karena itu gudangnya LDL atow lemak jahat. Lalu yang mempunyai diabetes atau penyaki gula, sangatlah bijak bila makanan dnegan bahan dasar gula diminimalisir walapun itu termasuk makanan makanan yang enak. Lalu penderita gastritir atau maag yang merupakan penyakit sejuta umat, makanan bersantan, bercuka dan pencetus-pecetus asam lambung lainny, baiknya dikurangi atau bahkan dihindari.

Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-‘Arof (7:31)  yang artinya:

31.  Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid[534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Mungkin ayat diatas bisa dijadikan renungan, bahwa sikap ataupun perbuatan yang berlebih-lebihan, termasuk ketika makan dan minum, merupakan perbuatan yang tidak disukai oleh Allah SWT, jadi apabila ketika 1 syawal kita mengalami Sindromas 1 Syawal, ya mungkin itu merupakan peringatan bagi kita agar bisa lebih menahan hawa nafsu dan mengingat orang lain yang tidak bisa menikmati kebahagiaan di hari Raya Ini, Wallahu ‘lam bisshawab”

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: